Siapakah HARRY HOUDINI ???
Siapakah Harry Houdini? seri 1
Hampir semua orang tahu bahwa dia adalah pesulap terkenal – tetapi apakah kalian tahu bahwa dia juga seorang bintang film, pilot, pemain akrobat dan penulis?
Harry Houdini (diucapkan hu-DI-ni) bahkan tidak menyukai kata “pesulap”. Ia lebih suka menyebut dirinya sendiri “escape artist” atau “artis menghilang”. Katanya ia sanggup meloloskan diri dari apa saja – mulai dari diborgol, sel penjara, jaket-pengikat, rantai, kunci gembok, kotak raksasa, sangkar besi, apa saja! Orang banyak menantang Houdini untuk melepaskan diri dari semua hal yang aneh ditempat-tempat yang aneh pula. Dan dia selalu berhasil!!
Apa sebabnya orang masih menganggapnya begitu memikat? Karena satu hal, apa yang telah dilakukannya oleh orang lain. Banyak rahasia sulap Houdini yang hingga kini masih menjadi misteri. Dia pun sering menceritakan kisah-kisah fantastis kehidupannya yang kadang-kadang sulit dibedakan mana yang benar dan mana yang tidak benar. Kita juga tahu mengapa ia melakukan hal-hal yang gila dan berbahaya itu. Apakah agar orang terkesan? Apakah karena dikiranya itu akan menjadikannya kaya? Atau apakah karena ia ingin diakui sebagai yang terbaik dalam suatu hal dan ia mengingginkan dunia mengetahuinya? Harry Houdini sudah pasti seorang ‘artis menghilang’ yang sangat berbakat. Lebih penting lagi, ia punya tekad. Dan, Houdini mendambakan perhatian orang banyak sekali!
Sebelum ditemukannya televisi dan film, Harry Houdini telah terkenal diseluruh dunia. Setiap orang tahu siapa dia. Dia merasa yakin atas hal itu! Dapatkah kalian membayangkan ada orang yang menjadi terkenal dewasa ini tanpa memanfaatkan TV, computer atau film?Menjadi terkenal merupakan hal yang sangat penting bagi Houdini dan mimpinya menjadi kenyataan. Bahkan sekarangpun, 75 tahun lebih setelah meninggalnya, ia masih diakui sebagai pesulap terkenal yang pernah hidup.
Jika Ingin Menjadi Orang Amerika!
Tahunya adalah 1886. Seorang anak laki-laki usia 12 tahun berdiri di peron stasiun kereta api. Tubuhnya kacil tapi berotot, air mukanya keras, berambut hitam, dengan sepasang mata yang kelabu kebiruan dan kening yang berkerut.
Seharusnya ia tidak berada disini.Ia menumpang kereta api di Milwaukee, Wisconsin, beberapa ratus mil jauhnya ke utara. Rencananya semula adalah ke Texas – karena dikiranya kereta itu bergerak kesana. Dalam perjalanannya, ia mengirim sehelai kartu pos bergambar kepada ibunya.
Akan tetapi, ini bukanlah Texas. Tanda diperon tertulis dengan jelas: “Kansas City, Missouri”. Entahlah bagaimana, ia naik kereta api yang salah. Dan disinilah ia berada sekarang, beratus-ratus mil jauhnya dan melampaui beberapa negara bagian dari Texas.
Apa yang dapat dilakukannya?
Ia harus bisa berbuat sebaik-baiknya. Apalagi, ia telah kabur dari rumah supaya dapat mencari uang yang lebih banyak untuk keluarganya. Ia merencanakan untuk menjdi pesuruh, penyemir sepatu, atau mengerjakan pekerjaan apa saja. Ia yakin dapat melakukanya dengan baik di Missouri seperti halnya di Texas. Jadi pergilah dia kekota, mencari tempat untuk menampung tidur.
Dalam tahun-tahun sesudahnya, anak laki-laki ini akan melakukan perjalanan yang lebih jauh lagi dari Kansas City, Missouri. Uang sebanyak lima dan sepuluh sen yang ingin dibawanya pulang untuk keluarganya, pada suatu hari nanti akan menjadi artisan dan ribuan dolar. Tapi pada saat itu, pada titik ini, tukang semir sepatu muda ini tak pernah membayangkan bahwa suatu hari ia akan menjadi pesulap yeng tersohor. Mendapatkan uang untuk makan saja sudah susah baginya!
Masa kanak-kanak Harry Houdini sarat oleh kisah-kisah yang mungkin benar, mungkin tidak benar. Ia lahir pada 14 Maret 1874 di Budapest, Hungaria. Nama aslinya adalah Ehrich Waiss. Namun sepanjang hidupnya, Harry selalu berkata bahwa hari ulang tahunnya adalah tanggal 16 April, karena itulah yang dikatakan ibunya kepadanya. Dan kadang-kadang katanya, ia dilahirkan di Amerika – bergantung pada wartawan mana yang sedang mewawancarainya!Pada masa itu, banyak orang di Eropa mengira Amerika adalah tempat ajaib dimana semua masalah akan terpecahkan. Ribuan orang Eropa dating ke Amerika Serikat sambil berharap untuk memulai kehidupan baru – dan mencetak uang yang banyak. Ayah Harry adalah salah satu diantaranya.
Namanya Mayer Samuel Weiss, dan ia adalah seorang rabbi, guru agama Yahudi. Sukar bagi seorang Yahudi untuk hidup di Hungaria karena disana orang dan hokum memperlakukan mereka sebagai warga kelas dua , apalagi amat sulit untuk memperoleh pekerjaan. Keluarga Weiss sangat miskin. Samuel berpikir siapa tahu ia dapat hidup lebih baik di Amerika. Pokoknya, orang sering menyebut Amerika sebagai “negeri peluang”. Jadi pada 1876, ketika Ehrich masih berusia dua tahun, Samuel berpamitan pada istri dan anak-anaknya di Hungaria.
Walaupun dia tidak dapat berbicara bahasa Inggris sepatah pun, ia berangkat juga ke Amerika , dibelahan samudra lain. Perlu waktu dua tahun baginya untuk menabung cukup uang untuk memboyong keluarganya ke Amerika.
Dapat kalian bayangkan seperti apa perjalanan itu? Pertama, ibu Harry, Cecilia, dan keempat anak lelakinya harus berangkat dari Hungaria ke sebuah kota pelabuhan.
Dari sana mereka akan menaiki kapal laut, dan bersama-sama dua ribua orang lainnya, berlayar menuju Amerika. Kapal-kapal seperti ini memerlukan waktu dua minggu hingga dua bulan untuk menyeberangi Samudra Atlantik. Para penumpangnya terpaksa berdesak-desakan dan bertahan hidup dengan makanan yang serba sedikit. Dalam sisa hidupnya, Houdini membenci perjalanan dengan kapal laut.
Kini Patung Kemerdekaan telah tampak di Pelabuhan New York, menyambut calon penduduk baru Amerika Serikat. Sayangnya patung itu sebelum dibangun ketika Ehrich dan keluarga Weiss tiba disana. Amerika adalah dunia baru yang luas dan terasa asing- dan sekarang inilah rumah Ehrich yang baru.
Ternyata, kehidupan mereka di Amerika bukan bertambah mudah. Dari New York, keluarga Weiss pindah ke Wisconsin, pertama-tama mereka tinggal di sebuah kota kecil, Appleton, dan kemudian di kota Milwaukee. Ketika berusia delapan tahun, Ehrich mulai bekerja untuk membantu membayar tagihan. Dia menjual surat kabar, menyemir sepatu, dan menjadi pesuruh orang. Pada usia delapan tahun, ia dan teman-temannya juga mulai bermain sirkus dihalaman belakang rumah. Ia menamakan dirinya “pangeran Udara” lalu ia bergelayutan pada jala yang diikatkannya pada sebuah pohon. Kelak dikemudian hari, ia menceritakan kenangan tentang saat itu kepada para wartawan. Ia akan mengatakan bahwa ia benar-benar pernah mengikuti sebuah rombongan sirkus ketika masih bocah, atau bahwa ia sudah mampu mengadakan pertunjukan “melepaskan dirinya” pada usia sembilan tahun! Yang benar adalah bahwa ia belum sungguh-sungguh tertarik pada permainan sulap. Namun ia menyukai permainan acrobat – dan tepuk tangan penonton.
Tidak banyak yang diketahui tentang petualangan Ehrich sebagai anak yang minggat dari rumah, kecuali bahwa ia pernah kabur dari rumah pada usia 12 tahun. Mungkin saja ia kabur lebih dari sekali, walaupun ia sangat mencintai keluarganya. Oleh karena itu, ia selalu berencana untuk pulang kerumah begitu ia mendapatkan sejumlah uang.
Hidup dan berkelana sendirian menjadikan Ehrich sebagai orang yang serba tahu dan pintar. Jadi, ketika Samuel pindah ke New York City pada 1887, sambil berharap akan lebih beruntung disana, dipilihnya Ehrich yang berusia 13 tahun dan dibawanya serta (walaupun Ehrich bukanlah anak tertua). Ayah dan anak ini berhasil mendapatkan uang yang cukup sehingga anggota keluarga yang lain dapat segera bergabung dengan mereka.
Sayang, Samuel Weiss meninggal pada 1892, hingga istri da ke enam anaknya terlantar. Namun, Ehrich sangat yakin bahwa ia dapat menghidupi keluarganya. Amerika tidak memberi harapan bagi ayahnya, namun Ehrich yakin bahwa baginya harapan itu masih ada.
Selain itu, sebelum meninggal, ayahnya minta agar Ehrich berjanji untuk selalu merawat ibunya. Ehrich selalu memegang teguh janjinya, apalagi janji yang satu ini. Sepanjang sisa hidupnya, Cecilia Weiss dapat mengandalkan “anak bandelnya” itu.
Ada sebuah kisah tentang masa kanak-kanak Harry Houdini yang sangat suka diceritakannya kemudian. Entah benar atau tidak, kedengarannya itulah cirri khasnya. Suatu hari dibulan Desember, selagi Ehrich bekerja sebagai pesuruh, tiba-tiba ia memperoleh ide. Ia tulis sesuatu diatas secarik kartu lalu disisipkanya pada topinya.
Inilah kata-kata yang ditulisnya:
Hari Natal hamper tiba
Angsa-angsa sudah gemuk
Berikanlah dua puluh lima sen saja
Ke dalam topi bocah pesuruh ini
Banyak orang tertawa dan memberinya dua puluh lima sen. Malam itu, ketika ia pulang kerumah, disembunyikannya semua uang receh yang
terkumpul didalam rambut dan bajunya. Lalu ia menghampiri ibunya dan berkata “Guncangkanlah badanku! Saya ini pesulap!” ibunya menurut. Koin dua puluh lima sen pun jatuh berhamburan dan bergelindingan disetiap sudut seperti sulap!Lalu, ketika berusia enem belas tahun, Ehrich menemukan buku berjudul Memoer Robert Houdini, Duta Besar, Penulis, dan Pesulap. Ditulis oleh penulis sendiri.Buku itu riwayat hidup seorang pesulap Prancis yang sanggat terkenal di abad ke-19. ceritanya penuh dengan kisah khayalan. Ehrich langsung terpana. Jika Robert Houdini menjadi setenar itu melalui permainan sulapnya, maka Ehrich Weiss pun bisa! Keluarganya memanggilnya “Ehrie” kependekan dari Ehrich). Kedengarannya mirip dengan kata Harry. Dan “Houdini” adalah nama yang langsung membuat orang berpikir tentang sulap. Jadi Harry menambahkan huruf “i” dibelakang, dan … lahirlah Harry Houdini
Bersambung edisi berikutnya….!Artikel ini di tulis asli oleh http://indramagic.com ( Indra El-Bugiszy )
Dilarang keras mengambil atau mangcopy artikel diatas tanpa seijin dari http://indramagic.com























